Obat Alergi Alami - mengatasi alergi karena debu, cuaca, makanan dll

Mengenal Fungsi dari Sistem Kekebalan Tubuh Manusia

Sebelumnya kita telah membahas mengenai obat alergi serta solusi alami yang efektif untuk menghilangkan alergi. Dan kini kami akan menulis artikel mengenai mengenal fungsi dari sistem kekebalan tubuh manusia.

Fungsi Dari Sistem Kekebalan Tubuh Manusia

kekebalan tubuh

Seperti yang telah saya jelaskan, alergi adalah kegagalan fungsi imunitas atau kekebalan tubuh dimana seseorang mengalami sensitifitas berlebihan terhadap satu bahan atau zat tertentu. Nah, penyakit alergi ini ada kaitannya dengan sistem kekebalan tubuh kita. So, apa sebenernya fungsi dari sistem kekebalan itu sendiri?

Fungsi dari sistem kekebalan tubuh adalah untuk menjada dari mikroorganisme penyebab penyakit seperti bakteri, virus, dan jamur tertentu, keluar dari tubuh dan menghancurkannya. Sistem kekebalan tubuh terdiri dari jaringan yang kompleks dan penting dari sel dan organ yang melindungi tubuh dari infeksi.

Organ-organ yang terlibat dengan sistem kekebalan tubuh disebut organ limfoid yang mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan pelepasan limfosit (suatu jenis sel darah putih). Pembuluh darah dan pembuluh limfatik adalah bagian penting dari organ limfoid karena mereka membawa limfosit ke dan dari daerah yang berbeda dalam tubuh. Setiap organ limfoid memainkan peran dalam produksi dan aktivitas limfosit.

Terdapat kekabalan tubuh alami, maksudnya sistem kekebalan tubuh memiliki tanggung jawab yang berbeda. Sistem kekebalan tubuh tidak hanya memberikan perlindungan dari infeksi melalui penghalang almai, tetapi juga menyesuaikan diri untuk memberikan kekebalan terhadap infeksi dengan “mengingat” mikroorganisme menular dari paparan sebelumnya. Tingkat dan lamanya kekebalan tergantung pada jenis dan jumlah antigen dan bagaimana ia masuk ke dalam tubuh.

Kekebalan alami dibuat oleh penghadang alami tubuh seperti kulit, dan zat pelindung di mulut, saluran kemih dan pada permukaan mata. Tipe lain dari kekebalan alami adalah dalam bentuk antibodi yang diwariskan dari ibu ke anak.

Kekebalan yang diperoleh (bukan bawaan) berkembang melalui paparan mikroorganisme asing, racun atau benda asing tertentu. yang di ingat oleh sistem kekebalan tubuh. Ketika antigen yang masuk dalam tubuh lagi, sistem kekebalan tubuh”ingat” persis bagaimana untuk menanggapinya, seperti dengan cacar air. Sekali seseorang terkena cacar air atau vaksin cacar air, sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan antibodi spesifik terhadap cacar. Ketika itu orang yang sama terkena cacar lagi, sistem kekebalan tubuh akan memicu pelepasan antibodi cacar tertentu untuk melawan penyakit.

Ketika sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi dengan baik, tubuh menjadi rentan terhadap berbagai penyakit. Alergi dan hipersensitivitas terhadap zat tertentu dianggap gangguan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, sistem kekebalan tubuh memainkan peran dalam proses penolakan transplantasi organ atau jaringan. Contoh lain dari gangguan kekebalan tubuh termasuk:

Kanker dari sistem kekebalan tubuh

  • Penyakit autoimun, seperti: diabetes juvenile, rheumatoid arthritis, dan anemia
  • Kekebalan tubuh yang kompleks, seperti: virus hepatitis dan malaria, penyakit immunodeficiency, seperti acquired immunodeficiency syndrome (AIDS).

Nah itulah pentingnya kita mengenal fungsi dari sistem kekebalan tubuh. Terimakasih telah berkunjung diwebsite kami. Semoga artikel kami menambah wawasan bagi anda para pembaca.

 

 

 

[sumber: teruskan.com]

Solusi Alami Yang Efektif Untuk Menghilangkan Alergi

Paling menyebalkan kalau hari jadi berantakan karena alergi. Alergi terjadi ketika ada overimunitas dalam tubuh setelah paparan alergen atau zat yang tidak dapat ditolerir oleh tubuh.

Setelah paparan alergen, tubuh akan menunjukkan “penolokan”, biasanya dalam bentuk gatal-gatal, pembengkakan mata atau wajah, sakit perut, pilek, tenggorokan gatal, dan sakit kepala.

maduBerikut ini beberapa makanan yang dapat membantu meringankan gejala alergi, diantaranya :

  1. Madu : Madu terdiri dari serbuk sari dan bahan-bahan lain yang efektif. Madu yang diproduksi secara lokal lebih disarankan karena mengandung serbuk sari tanaman yang melawan rekasi alergi dengan merangsang sistem kekebalan tubuh.
  2. Quercetin : antioksidan yang ditemukan dalam makanan seperti apel, berry, bawang, dan teh hitam. Quercetin membantu memblokir sintesis histamin sehingga mengurangi gejala alergi
  3. Antihistamin alami: Vitamin C adalah antihistamin alami. Perbanyak asupan vitamin C dari makanan untuk membantu mengobati alergi. Obat-obatan antihistamin bisa pula digunakan untuk memperkuat efek antihistamin alami.
  4. Antioksidan alami : dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayuran yang dianjurkan untuk mengobati alergi termasuk ekstrak biji anggur, pisang, apel, tomat, wortel dan bawang.
  5. Berkumur dengan air garam : obat alami yang efektif untuk mengobati tenggorokan bengkak akibat alergi adalah dengan berkumur menggunkakan larutan air garam hangat. Selain itu, semprotan nasal saline membantu menghilangkan serbuk sari atau alergen lain yang berada dalam hidung sehingga mengurangi reaksi alergi.
  6. Asam lemak omega 3 : Asam lemak omega 3 memiliki kemampuan menghambat sintesis bahan kimia oenyebab inflamasi yang bertanggung jawab memicu reaksi alergi. Makanan sumber asam lemak omega 3 meliputi kenari, minyak biji rami dan minyak ikan.
  7. Teh hijau : Teh hijau mengandung antihistamin alami yang membantu meringankan alergi. Anda dapat minum 1-2 cangkir teh hijau setiap hari untuk menyingkirkan alergi
  8. cuka apel : cuka apel memiliki sifat membantu mengobati gatal yang disebabkan alergi. Cuka apel dapat dimasukkan dalam diet atau diencerkan dalam air dan dioleskan pada daerah yang terkena alergi. Cuka apel juga membantu dalam menyingkirkan bakteri dan kuman
  9. Jahe : merupakan antihistamin alami dan dekongestan. Setengah iris jahe dapat ditambahkan dalam teh atau dimakan dengan madu untuk mengobati dan mencegah alergi
  10. Bawang putih : Bawang putih mengandung sifat antivirus sehingga dianggap sebagai salah satu obat yang paling efektif untuk menghilangkan alergi. Bawang putih mentah lebih efektif daripada yang dimasak. Anda dapat mengkonsumsi 3 -4 siung bawang putih yang dicampur dengan madu setiap hari untuk mencegah alergi
  11. Peppermint : Peppermint bertindak sebagai dekongestan alami yang membantu mengurangi gejala-gejala infeksi virus dan alergi. Teh peppermint juga membantu mengurangi masalah sinus dan membantu menyingkirkan batuk.

Itulah beberapa makanan yang menjadi solusi alami yang efektif untuk menghilangkan alergi. Kunjungi juga artikel obat alergi.

[sumber : republika.co.id]

artikel lainnya:

<<Pengertian alergi makanan dan penyebabnya

Pengertian Alergi Makanan dan Penyebabnya

Kali ini kami akan menjelaskan mengenai pengertian alergi makanan dan penyebabnya, berikut kilasannya.

Alergi Makanan adalah gejala-gejala yang terjadi akibat respon kekebalan setelah memakan makanan tertentu. Intoleransi makanan bukan merupakan suatu alergi makanan, tetapi merupakan setiap efek yang tidak diinginkan akibat memakan makanan tertentu.

Penyebab Alergi Makanan

food alergy
Dalam keadaan normal, sistem kekebalan mempertahankan tubuh melawan zat-zat yang berbahaya seperti bakteri, virus dan racun. Kadang suatu respon kekebalan dipicu oleh suatu zat (allergen) yang biasanya tidak berbahaya dan terjadi alergi.

Penyebab dari alregi makana tidak sepenuhnya dimengerti karena alergi makana bisa menimbulkan sejumlah gejala yang bervariasi. Reaksi terhadap makanan bisa bersifat ringan atau fatal, tergantung kepada jenis dan beratnya reaksi. Alergi makanan sering terjadi. Sistem kekebalan melepaskan antibodi dan zat-zat (termasuk histamin) sebagai respin terhadap masuknya makanan tertentu.

Gejalanya bisa terlokalisir di lambung dan usus atau bisa menimbulkan gejala diberbagai bagian tubuh, setelah makanan dicerna dan diserap. Gejala biasanya akan timbul dengan segera, jarang sampai lebih dari 2 jam setelah makan makanan tertentu.

Alergi makanan seringkali menyerupai keadaan lainnya, seperti intoleransi makanan (terjadi akibat kekurangan enzim yang diperlukan untuk mencerna makanan tertentu), irritable bowel syndrome, respon terhadap stress emosi atau stres fisik, pencemaran makanan oleh racun (keracunan makanan) dan penyakit lainnya. Alergi makanan berbeda dengan penyakit-penyakit tersebut karena pada alergi makana dilepaskan antibodi, histamin dan zat-zat lainnya.

Makanan yang seringkali menyebabkan alergi, diantaranya yaitu:

  • Kerang-kerangan (kepiting, lobster, udang)
  • Kacang-kacangan
  • Kacang tanah
  • Buah-buahan (melon, strawberi, nanas dan buah tropis lainnya)
  • tomat
  • pewarna, penyedap makanan

Makanan yang sering menyebabkan intoleransi:

  • Terigu dan gandum lainnya yang mengandung gluten
  • Protein susu sapi
  • hasil olahan jagung

Gejala Alergi Makanan
Gejala-gejala yang mungkin terjadi setelah memakan makanan penyebab alergi:

  • tenggorokan terasa gatal
  • anafilaksis
  • nyeri perut
  • perut keroncongan
  • diare
  • mual
  • muntah
  • kram perut
  • perut kembung
  • rasa gatal dimulut, tenggorokan, mata, kulit atau bagian tubuh lainnya
  • kaligata (urtikaria)
  • angioedema (kaligata dikelopak mata, bibir)
  • sakit kepala
  • hidung tersumbat
  • hidung meler
  • sesak nafas
  • bengek (mengi)
  • kesulitan menelan.

itulah hal-hal mengenai alergi makanan. Semoga artikel kami bermanfaat dan menambah wawasan anda mengenai alergi, kunjungi obat alergi.

[ sumber: spesialis.info ]

Pemicu Alergi pada Anak

pada waktu kemarin kita telah membahas mengenai tips alami untuk mengatasi alergi, dan kini kita akan membahas mengenai pemicu alergi pada anak. Salah satu nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh kembang anak adalah protein. Sayangnya nutrisi ini justru menjadi salah satu sumber utama penyebab alergi pada anak.

Nah untuk mencegahnya, orang tua harus waspada dan mengetahui hal-hal apa saja yang dapat memicu terjadinya alergi pada anak. Berikut dibawah ini beberapa pemicu alergi pada anak.

alergi3

  1. Telur : Telur merupakan salah satu makanan yang kaya akan kandungan protein dan seringkali disarankan untuk mendukung proses pertumbuhan dan pembentukan postur pada anak. Sayangnya, untuk anak yang mengalami alergi pada telur sudah tentu tidak dapat menikmatinya.
  2. Ayam (termasuk ayam kambung) : Kebanyakan anak-anak sangat menyukai makanan yang satu ini, apalagi jika digoreng. Ayam memiliki kandungan lemak di dalamnya, hal inilah yang dapat memungkinkan anak terkena alergi.
    Terdapat 3 nutrisi makanan yang dapat menyebabkan alergi yaitu protein, karbohidrat, dan lemak.
  3. Ikan : ikan dan jenis binatang laut lainnya diketahui merupakan penyebab alergi paling tinggi. Makanan laut adalah makanan yang paling tinggi dan menonjol yang menjadi penyebab alergi. Tetapi untuk anak yang gemar memakan ikan lele boleh bernafas lega. Sebab, ikan lele jarang menimbulkan alergi dan merupakan salah satu ikan yang bagus untuk dikonsumsi.
  4. Udara : Udara merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan karena makhluk hidup membutuhkannya untuk bernapas. Tetapi, udara dapat memicu alergi pada anak. Hal ini terjadi ketika anak bermain ditaman atau kebun. Angin akan membawa sari bunga dan itu bisa masuk ke pernafasan.
    Selain itu, paparan udara dapat menyebabkan tubuh anak yang mengalami alergi menjadi gatal-gatal atau yang biasa disebut biduran.
  5. Kacang : Selai kacang aalah salah satu selai yang menjadi favorit anak-anak. Tetapi, untuk mereka yang memiliki alergi terhadap kacang, jangankan selai bahkan minyak yang mengandung kacang untuk bahan pembuat kue pun tak boleh ada di dekat mereka.
    Risiko paling ringan adalah gatal-gatal tetapi jika sudah berat, dapat menyebabkan sesak napas.

Nah, itu semua wajib para ibu ketahui sebagai antisipasi bilamana suatu saat buah hati anda terkena alergi. Setidaknya anda telah mengetahui beberapa Pemicu Alergi Pada Anak.

| Pemicu Alergi Pada Anak

Tips Alami Untuk Mengatasi Alergi

Selamat datang !!, ya sebelumnya kita telah banyak membahas mengenai alergi serta obat alergi. Kini saatnya anda juga mengetahui bagaimana tips alami untuk mengatasi alergi.

  • Cari Tahu Pemicu Anda

Hal ini mungkin terdengar sederhana, tetapi untuk menghindari pemicunya, maka pertama-tama Anda perlu tahu apa saja pemicunya. Ahli alergi pediatrik Louisville James Sublett, MD mengatakan: “Saya pernah mendengar orang menyingkirkan hewan peliharaan kesayangan mereka dan kemudian mengetahui bahwa  hewan peliharaan tersebut tidak menyebabkan alergi.” Karena itu, buatlah janji dengan ahli alergi untuk melakukan tes alergi kulit. Tes alergi kulit ini dapat membantu menemukan pemicu Anda.

  • Perhatikan Aliran Udara

Menjaga udara dalam ruangan agar bebas dari pemicu alergi dapat membantu meringankan reaksi alergi hidung Anda. Instalasi filter udara khusus dalam sistem AC dapat menghilangkan 90% sampai 95% partikel dari udara dalam ruangan Anda. Menutup pintu dan jendela ketika jumlah serbuk sari atau asap di luar ruangan tinggi dapat  membantu menjaga alergen lain tidak memasuki rumah Anda

  • Hilangkan Alergen

Setiap kali Anda selesai bepergian dan kembali ke rumah, Anda membawa serta partikel-partikel dari dunia luar. Setelah berada di alam terbuka, maka pakaian, sepatu, rambut, dan kulit ditutupi dengan partikel kecil dari tempat yang Anda kunjungi. Dengan mandi dan mengganti pakaian maka Anda akan dapat menghilangkan alergen. Melepas sepatu Anda di pintu akan membantu menjaga agar alergen tidak masuk ke rumah Anda.

  • Makan dengan Pola Makan Sehat

Satu studi menemukan bahwa anak-anak yang makan dengan pola makan kaya sayuran segar, buah-buahan, dan kacang, khususnya anggur, apel, jeruk, dan tomat,  memiliki gejala alergi lebih sedikit. Sementara para peneliti terus mencari tahu hubungan antara pola makan dan alergi hidung, secara umum diketahui bahwa makan makanan yang sehat memiliki banyak keuntungan bagi tubuh. Sebagai langkah awal. coba tambahkan setidaknya satu buah segar dan sayuran setiap kali makan.

  • Tingkatkan Vitamin D Anda

Banyak studi menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D mungkin menyebabkan gejala alergi atau membuat alergi bertambah buruk. Jika Anda memiliki alergi, cobalah untuk mendapatkan setidaknya 200 IU vitamin D setiap hari. Sumber vitamin D adalah minyak ikan dan lemak ikan, seperti tuna dan salmon, atau suplemen jika Anda tidak bisa mendapatkan vitamin D dari pola makan Anda. Meskipun Anda bisa mendapatkan vitamin D dari sinar matahari, Anda harus memakai tabir surya dengan SPF minimal 15, yang dapat memblokir vitamin D dan menghalangi sinar UV.

  • Gunakan Masker

Masker dapat mencegah alergen memasuki saluran pernapasan ketika Anda tidak dapat menghindari alergi pemicu tertentu, seperti ketika sedang memotong, menyapu, atau membersihkan. Masker Respirator N95, yang banyak tersedia di toko obat dan toko peralatan medis, akan dapat memblokir 95% partikel kecil, seperti serbuk sari dan alergen lainnya.

  • Minum Lebih Banyak Cairan

Jika Anda merasa sesak atau memiliki postnasal drip dari alergi Anda, cobalah minum lebih banyak air, jus, atau cairan lainnya. Minum cairan tambahan dapat membantu mengencerkan lendir di hidung Anda dan mungkin meredakan sesak. Cairan panas, seperti teh, kaldu, atau sup, dapat menenangkan karena ada tambahan manfaat uap.

  • Coba Uap Panas

Menghirup uap panas adalah cara sederhana untuk mengurangi ketidaknyamanan hidung tersumbat dan dapat meringankan pernapasan ketika Anda mengalami alergi. Siapkan mangkuk berisi air panas dan kemudian arahkan kepala ke atas mangkuk tersebut dengan handuk di atas kepala Anda untuk menjaga uap panas agar tidak keluar. Atau duduk di kamar mandi dengan pancuran air panas menyala. Anda dapat menggunakan uap panas beberapa kali sehari untuk meringankan gejala alergi.

  • Gunakan Pembilas Hidung

Pembllas hidung membersihkan lendir dari hidung Anda dan dapat membantu meringankan gejala alergi hidung. Hal ini juga dapat membilas bakteri, lendir tipis, dan membantu mengurangi postnasal drip. Beli perangkat bilas atau membuatnya menggunakan Neti pot atau nasal bulb. Campurkan 1/2 sendok teh garam 1/2 dengan sejumput baking soda dalam 8 ons air hangat. Kemudian bungkuk di atas wastafel, siram dengan lembut satu lubang hidung sambil menjaga lubang hidung lainnya ditutup dan biarkan cairan mengalir. Lakukan hal yang sama untuk lubang hidung lainnya.

  • Pelajari Cara Membersihkan yang Aman

Menjaga kebersihan rumah Anda merupakan salah satu cara terbaik untuk menjauhi alergen dari dalam ruangan. Akan tetapi membersihkan dengan bahan kimia berat dapat memperburuk alergi dan memicu gejala alergi. Coba bersihkan dengan produk rumah tangga biasa seperti cuka atau baking soda. Dan gunakan vacuum cleaner yang memiliki filter HEPA untuk menangkap alergen. Jika alergi Anda parah, sebaiknya minta tolong orang lain untuk melakukan pembersihan.

  • Hindari Asap Rokok dan Asap Lainnya

Asap rokok dapat memperburuk gejala alergi Anda, memperburuk hidung yang tersumbat dan mata berair. Jika Anda merokok, maka berhentilah dan juga meminta orang lain di rumah Anda untuk berhenti merokok. Cobalah untuk menghindari tempat-tempat di mana orang merokok, memilih restoran, klub malam dan kamar hotel yang bebas asap rokok. Lebih baik juga untuk menghindari asap lain yang dapat memperburuk gejala alergi, seperti semprotan aerosol dan asap dari pembakaran kayu

  • Pertimbangkan Terapi Alternatif

Walaupun hasil penelitian masih bertentangan, beberapa orang menemukan herbal tertentu dan suplemen membantu meredakan alergi musiman. Salah satu bukti terbaik adalah Butterbur atau petasites yang dari beberapa penelitian menunjukkan dapat membantu mengurangi gejala alergi hidung. Penelitian lain menunjukkan Butterbur dapat bekerja dengan baik sebagai antihistamin pada beberapa orang. Tanaman ini hanya tumbuh di daerah utara garis khatulistiwa, umumnya di Amerika dan Eropa.

Nah itulah beberapa tips yang bisa anda lakukan dirumah. Terimakasih telah berkunjung ..

[sumber:dokita.co]

Peran Penting ASI Untuk Anak

Sebelumnya kita telah membahas mengenai cara mengetahui anak mengidap alergi terhadap susu sapi atau tidak. Kini kita akan membahas mengenai peran penting ASI untuk Anak.

Mengapa ASI begitu penting bagi anak ?

bay
Lebih dari 80% bayi mengalami alergi. Disinilah peran ASI yang memberikan perlindungan maksimal. Insiden alergi pada bayi merupakan hal yang sering menjadi perhatian. Data menunjukkan bahwa di Indonesia alergi dialami oleh 20% dari total populasi bayi yang baru lahir dan cenderung meningkat pada bayi berusia dibawah 1 tahun.

Beberapa tipe alergi termasuk dermatitis atopic dan asma, disebabkan oleh reaksi alergi terhadap protein susu sapi, telur, gandum, kacang tanah, kedelai dan makanan laut.

Lebih dari 80% dari bayi yang mengalami alergi menunjukkan gejala sebelum mereka berusia 4 bulan dan hampir 90% sebelum 12 bulan. Gejala-gejala alergi antara lain adalah kemerahan pada kulit, masalah menelan atau bernafas, muntah serta diare.

Penelitian klinis menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan terbukti menurunkan insiden dermatitis atopic yang merupakan masalah umum selama bulan-bulan pertama kehidupan bayi.

Timbulnya gejala tersebut memberikan informasi mengenai status imunitas seorang bayi yang kelak terbukti melindungi bayi dari penyakit atopik, terutama jika ada riwayat keluarga dengan penyakit tertentu. Penyakit atopik adalah penyakit yang berhubungan dengan alergi dan sistem kekebalan tubuh seperti : gatal kemerahan, batuk pilek karena alergi

Sedangkan dari penelitian lainnya terhadap bayi sampai berusia 17 bulan, diketahui bahwa pemberian ASI eksklusif menurunkan risiko eksim dan alergi makanan dibandingkan bayi yang tidak diberikan ASI.

Kunjungi juga obat alergi sebagai solusi atasi alergi pada anak. Terimakasih telah berkunjung di website kami, semoga artikelnya bermanfaat.

| Peran penting ASI untuk anak

Cara Mengetahui Anak Mengidap Alergi Terhadap Susu Sapi

Sebelumnya kami telah membahas mengenai Anak Alergi Terhadap susu sapi, kini kami juga masih akan memberikan sekilas informasi mengenai Cara Mengetahui Anak Mengidap Alergi Terhadap Susu Sapi. Berikut Artikelnya

Cara Mengetahui Anak Mengidap Alergi Terhadap Susu Sapi

alergi susuKetika makanan menjadi penyebab suatu reaksi alergi, maka tidak mudah untuk menentukanmakanan apa yang menjadi penyebabnya. Untuk menilai apakah anak mempunyai reaksi alergi terhadap susu atau tida, maka dokter akan melakukan:

  • Interview mendetail mengenai ciri alergi yang dialami
  • Melakukan pemerikasaan fisik
  • Menganjurkan untuk membuat catatan detil mengenai setipa makanan yang dikonsumsi
  • Mencoba untuk menghilangkan susu atau makanan yang mengandung susu dari makanan yang dikonsumsi, kemudian menambahkannya kembali untuk melihat apakah ada rekasi tertentu atau tidak.

Selain itu, tes lain yang juga mungkin diperlukan adalah:

  • Tes kulit. Pada tes ini, maka kulit akan ditusuk dan dipaparkan sejumlah kecil protein yang terdapat pada susu. Jika anak mengalami reaksi alergi terhadap susu, maka akan timbul benjolan-benjolan dikulit tersebut. Spesialis alergi biasanya merupakan orang yang paling tepat untuk melakukan dan membaca hasil tes alergi terhadap susu tersebut. Tetapi perlu diingat juga, bahwa cara ini tidak selalu akurat untuk mendeteksi adanya alergi terhadap susu.
  • Tes darah. Tes darah dapat digunakan untuk mengukur respon sistem kekebalan tubh terhadap susu, dengan cara mengukur jumlah antibodi tertentu (antibodi IgE) didalam pembuluh darah. Caranya dengan mengirim sample darah kedalam laboratorium untuk kemudian dilakukan pemeriksaan sensitivitasnya terhadap susu. Akan tetapi, tes ini juga tidak selalu akurat untuk mengidentifikasi suatu alergi terhadap susu.

Jika ternyata hasil pemeriksaan dan tes juga tidak bisa mengkonfirmasi adanya alergi terhadap susu, maka dokter mungkin akan melakukan tes makanan. Caranya adalah dengan memberikan makanan yang berbeda yang mungkin mengandung susu ataupun tidak, dalam jumlah yang semakin meningkat, untuk melihat apakah tubuh akan bereaksi terhadap susu atau tidak.

Cara Mengatasi Alergi Terhadap Susu

Satu-satunya cara untuk mencegah supaya anak tidak mengalami rekasi alergi terhadap susu adalah dengan menghindari mengkonsumsi produk susu atau makanan lain yanng mengnadung susu. Hal ini bisa jadi sulit untuk dilakukan karena susu merupakan bahan umum yang terdapat dalam makanan.
Berikut adalah bebreapa jenis makana yang mengandung susu:

  • Susu, baik susu full cream, rendah lemak atau susu skim
  • Mentega
  • Yogurt
  • Es krim, gelato
  • Keju dan makanan lain yang mengandung keju

Selain itu, ada juga beberapa jenis makanan yang dapt mengandung susu tetapi tidak jelas terlihat seperti misalnya:

  • Whey
  • Casein
  • Bahan makanan yang mengandung lact, seperti laktosa dan lactate
  • Permen dan coklat
  • Bubuk protein
  • produk pengganti lemak
  • perisa mentega buatan
  • perisa keju buatan
  • hidrosolat

Bila ternya anak masih saja mengalami alergi terhadap susu, maka cobalah dengan memberikan obat supaya dapat mengurangi gejala alergi terhadap susu yang ringan.

Pengganti Susu lain untuk Bayi

Pada bayi, bila mengalami alergi terhaap susu akan membuat orang tua menjadi khawatir karena susu merupakan makanan utama pada bayi terutama yang berusia dibawah 6 bulan. Beberapa penelitian menunjukkan, bahwa dengan memberikan ASI pada 4 bulan pertama usia bayi akan dapat mencegah terjadinya alergi anak terhadap susu. Berikut adalah beberapa sumber susu untuk diberikan pada bayi yang mengalami alergi terhadap susu:

  • ASI. Air susu ibu merupakan sumber nutrisi terbaik bagi sang buah hati. Dianjurkan untuk memberikan ASI eksklusif pada masa 4-6 bulan pertama usia bayi, terutama jika bati anda termasuk yang beresiko untuk mengalami alergi terhadap susu
  • Formula hipoalergenik. Susu dengan formula hipoalergenik adalah susu yang mengandung enzim untuk memecah protein seperti casein atau whey dalam susu. Proses lebih lanjut dalam susu dengan formula ini adalah dengan pemanasan dan penyaringan. Tergantung dari tingkat prosesnya, maka produk dengan formula ini dapt dibagi menjadi: terhidrolisa sebagian atau terhidrolisa seleruhnya. Bebera susu dengan formula hipoalergenik ini bahkan bukan berasal dari susu, melainkan terdiri dari asam amino seperti halnya produk yang telat terhidrolisis maka formula yang berasal dari asam amino cenderung tidak menimbulkan reaksi alergi
  • Formula yang mengandung susu kedelai. Susu jenis ini berasal dari protein kacang kedelai dan bukan susu. Supaya kandungan nutrisinya lebih lengkap, maka susu kedelai ini akan difortifikasi dengan kandungan mineral dan vitamin lainnya. Tetapi sayangnya, ada beberapa anak yang masih juga mengalami rekasi alergi terhadap susu kedelai ini.

Susu yang berasal dari binatang lain selain sapi seperti kambing atau domba bukan merupakan pengganti yang baik terhadap susu sapi. Hal ini karena susu jenis ini masih mengandung protein seperti casein dan whey yang juga akan menimbulkan reaksi alergi terhadap susu pada anak.

Pada ibu yang memberikan ASI, tapi kemudian si anak ternyata mengalami reaksi alergi, maka kemungkinan protein dari susu sapi ikut masuk ke dalam ASI sehingga menimbulkan reaksi alergi. Untuk itu, maka sebaiknya ibu menghindari dulu mengkonsumsi susu atau makanan lain yang mengandung susu.

Nah, itulah beberapa hal yang para ibu mesti waspadai Cara Mengetahui Anak Mengidap Alergi Terhadap Susu Sapi. Terimaksih telah berkunjung diwebsite obat alergi. Semoga artikel kami membantu para ibu semua yang kini sedang mencari sebuah solusi alergi.

artikel ini kami ambil dari sumber mediacastore.com.

| Cara Mengetahui Anak Mengidap Alergi Terhadap Susu Sapi

Anak Alergi Terhadap Susu Sapi

Anak Alergi Terhadap Susu Sapi ? Sebelumnya kita telah menjelaskan bagaimana proses terjadinya alergi terhadap tubuh. Dan kini kami akan menjelaskan mengenai Anak Alergi terhadap susu sapi, dan apa saja yang menjadi faktor resiko terjadinya alergi susu pada anak.

Anak Alergi Terhadap Susu Sapi

susu-sapiAlergi susu merupakan hasil dari respon sistem kekebalan tubuh yang abnormal terhadap susu dan produk lain yang mengandung susu. Susu sapi yang merupakan komponen utama pada susu formula anak adalah penyebab umum dari alergi susu pada anak, tetapi selain itu susu yang berasal dari domba, kambing dan kerbau juga dapat menimbulkan reaksi alergi susu pada anak.  Bahkan ada beberapa anak yang mengalami alergi susu sapi ternyata juga mengalami alergi pada susu kedelai. Alergi susu merupakan alergi makanan yang paling sering terjadi pada anak-anak.

Reaksi alergi terhadap susu pada anak dapat terjadi dalam hitungan menit hingga jam setelah mengkonsumsi susu tersebut. Ciri dari alergi susu yang dialami anak bisa beragam dari yang ringan hingga berat. Ciri alergi susu pada anak tersebut bisa berupa nafas berbunyi, muntah, gatal-gatal dan masalah pada sisitem pencernaanya. Meskipun jarang terjadi, alergi susu pada anak juga dapat menimbulkan reaksi anafilaksis yaitu reaksi alergi yang berat dan bahkan dapt membahayakan nyawa.

Cara terbaik untuk mengatasi alergi pada susu adalah dengan menghindari mengkonsumsi susu dan produk lain yang mengandung susu. Kabar baiknya adalah sebagian besar anak yang mengalami alergi susu akan teratasi masalahnya pada usia 3 tahun ke  atas.

Penyebab Alergi Susu

Seperti telah disebutkan sebelumnya, semua alergi makanan disebabkan oleh tidak berfungsinya sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh mengidentifikasi protein susu tertentu sebagai zat yang berbahaya bagi tubuh, sehingga memicu pembentukan antibodi immunoglobulin E (IgE) untuk menetralisisr protein tersebut (alergen). Akibatnya, lain kali tubuh kontak dengan oritein tersebut, maka antibodi IgE tersebut akan dapat mengenali protein yang sama dan memberi tanda pada sisitem kekebalan tubuh untuk melepaskan histamin dan zat kimia lainnya. Histamin dan zat kimia yang dikeluarkan oleh tubuh akan menyebabkan timbulnya berbagai reaksi alergi seperti hidung berair, gatal pada mata, tenggorokan kering, kemerahan, gatal-gatal, mual, diare, sulit untuk bernafas dan syok anafilaksis.

Ada 2 protein pada susu sapi yang dapat menimbulkan reaksi alergi, yaitu:

  • Casein, yang biasa ditemukan pada bagian susu yang lebih pada (kental)
  • Whey, yang biasa ditemukan pada cairan yang tersisa setelah susu mengental.

Anak yang mengalami alergi terhadap susu, dapat mengalami rekasi alergi terhadap salah satu ataupun kedua protein tersebut. Kedua protein tersebut selain terdapat didalam susu, juga dapat terkandung di dalam makanan olahan.

Faktor Resiko Alergi Terhadap Susu

Ada beberapa faktor tertentu yang dapat meningkatkan resiko anak untuk mengalami alergi terhadap susu, yaitu:

  • Mempunyai alergi terhadap hal lain. Anak yang mempunyai alergi terhadap susu, biasanya juga mempunyai alergi terhadap hal lain. Seringkali alergi terhadap susu merupakan hal pertama yang terjadi sebelum mengalami alergi terhadap hal lainnya.
  • Dermatitis atopik. Anak yang mengalami dermatitis atopik (suatu reaksi peradangan kronik yang terjadi pada kulit) biasanya juga akan mempunyai alergi terhadap susu
  • Riwayat keluarga. Resiko seorang anak untuk mengalami alergi akan meningkat bila salah satu atau kedua orang tua juga mengalami alergi terhadap makanan atau alergi terhadap hal lain seperti demam tinggi, asma, gatal-gatal atau eksim.
  • Usia. Alergi terhadap susu lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Seiring dengan meningkatnya usia, maka sistem pencernaan tubuh akan semakin sempurna, sehingga tubuh tidak mudah untuk bereaksi terhadap protein susu.

Itulah alasan mengapa anak mengalami alergi terhadap susu sapi. Namun untuk menghilangkan reaksi dari alergi anak anda, cobalah dengan mengkonsumsi obat alergi alami yang kami tawarkan untuk pengobatan alternatif yang aman untuk buah hati anda.

| Anak Alergi Terhadap Susu Sapi

[sumber: medicastore.com]

Proses Terjadinya Alergi Pada Tubuh

Proses Terjadinya Alergi,- Dalam tubuh kita ada 5 jenis antibodi atau imunoglobulin antara lain G,A,M,E dan D, yang banyak berperan pada reaksi alergi adalah antibodi atau Imunoglobulin E. Dalam tubuh penderita alergi, mempunyai kadar antibodi atau imunoglobulin E tinggi yang spesifik terhadap zat-zat tertentu yang menimbulkan reaksi alergi (zat alergen). Misalnya debu, susu, ikan laut, dan lain lain. Di dalam jaringan tubuh, antibodi atau imunoglobulin E yang bereaksi pada alergen-alergen diatas menempel pada sel mast (sel yang berperan pada reaksi alergi dan peradangan). Bila antibodi atau imunoglobulin E ini kontak lagi dengan zat-zat terkait seperti misalnya protein susu sapi, protein telur, tungau debu rumah dan lain-lain, maka sel mast ini mengalami degranulasi (pecah) dan mengeluarkan zat-zat seperti histamin, kinin dan bradikinin yang terkandung dalam granulanya yang berperan pada rekasi alergi. Zat-zat tersebut yang menimbulkan gejala alergi seperti gatal-gatal (biduran), sisim saluran napas (alergi asma, rhinitis alergi), saluran cerna (diare, muntah), kulit (biduran, eksim), mata (konjungtivitis alergika) serta susunan saraf (sakit kepala dan lain-lain).

Reaksi Alergi Setelah Terkena Zat Allergen

Proses Terjadinya Alergi Pada TubuhReaksi alergi ini memerlukan waktu yang disebut proses sensitisasi yaitu masa sejak kontak dengan alergen sampai terjadinya reaksi alergi. Reaksi alergi dapat terjadi kalau kadar imunoglobulin E sudah cukup banyak. Awal kontak dengan alergen mulai timbul perlawanan dari tubuh yang mempunyai bakat atopik yaitu terbentuknya antibodi atau imunoglobulin yang spesifik. Bila kontak terjadap alergen ini berlangsung terus menerus, kadar imunoglobulin E yang spesifik terhadap alergen makin banyak sampai suatu saat dapat menimbulkan rekasi alergi bila kontak dengan alergen itu lagi. Oleh karena itu, sering seorang itu terkejut, bila diberi tahu anaknya alergi susu sapi karena sejak kecil minum formula susu sapi tidak bereaksi apa-apa. Munculnya reaksi alergi terhadap alergen sejak kontak pertama kali atau disebut sebagai proses sensitisasi dapat timbul dalam waktu singkat atau beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian. Tergantung pada seringnya kontak dengan alergen atau kepekaan seseorang terhadap alergen tersebut. Sebagai contoh, bayi yang minum formula susu sapi dapat timbul gejala alergi dalam satu minggu atau setelah usia satu tahun, sehingga baik pasien atau dokter sering tidak menduga kalau formula susu sapi ini sebagai penyebabnya. Untuk itu diperlukan pemeriksaan penunjang laboratorium yang khusus atau uji eliminasi provokasi. Masalahnya, gejala alergi yang ringan bila tidak diatasi dengan obat alergi, semakin lama akan menjadi semakin berat. Jika arlegen tidak dihindari, kadar imunoglobulin E yang spesifik terhadap alergen itu akan semakin meningkat. Sel mast yang mengalami degranulasi (pecah) dapat mengeluarkan suatu zat yang disebut interleukin 4 yang dapat merangsang sel limfosit B untuk menghasilkan imunoglobulin E lebih banyak lagi. Reaksi alergi yang berlanjut dapat menghasilkan zat médiator baru yang lebih poten dari zat histamin antara lain leukotrien. Keadaan ini terutama terjadi pada penyakit alergi yang kronis. Bila terjadi hal seperti ini, umumnya orang kebal dengan obat alergi antihistamin biasa. Diperlukan obat anti radang yang lebih kuat seperti obat golongan kortikosteroid untuk pengobatan alergi-nya. Oleh karena itu pencegahan alergi dan penanganan dini penyakit alergi sangat penting supaya tidak berlanjut menjadi kronis. Di dunia medis, sampai sekarang belum ditemukan obat alergi untuk mengatasi alergi tersebut. Sehingga penderita Alergi lebih ditekankan untuk menjauhi alergen atau penyebab alergi.

Itulah proses terjadinya alergi yang terjadi pada tubuh kita. Untuk meminimalisir alergi itu terjadi alangkah baiknya kita lebih mengetahui mengenai apa-apa saja yang dapat menjadi pemicu terjadinya alergi. Dan apabila alergi telah menyerang anda, cobalah dengan melakukan pengobatan dengan obat alergi alami.

Semoga artikel yang kami sajikan ini dapat bermanfaat bagi anda dan menambah wawasan anda mengenai penyakit alergi. Terimakasih telah berkunjung diwebsite kami .. Salam Sehat Sejahtera Untuk Semua

| Proses Terjadinya Alergi

Beberapa Pemicu Terjadinya Alergi

Sebelumnya kita telah membahas mengenai macam-macam reaksi alergi kini saatnya anda lebih mengetahui tentang apa-apa saja yang menjadi pemicu terjadinya alergi. Berikut artikelnya kami sajikan untuk anda ..

Pemicu Terjadinya Alergi

sistem kekebalan tubuh setiap orang berbeda sehingga ada beberapa orang yang sangat sensitif terhadap alergen (faktor pemicu alergi) tertentu. Sedangkan sebagian orang yang lain tidak. Ada dua faktor penyebab yaitu genetik dan lingkungan. Risiko alergi anda sangat berhubungan dengan sejarah alergi orang tua. Jika kedua orang tua tidak mengidap alergi. Anda hanya berisiko 15% mengidap alergi. Tapi jika ayah ibu anda pengidap alergi, risiko anda pun bisa lebih dari 60%.

Faktor lain adalah lingkungan. Reaksi alergi terjadi jika anda terkena suatu alergen. Semakin besar dan berulang-ulang paparan alergen, maka alergipun cepat berkembang. Selain itu ada faktor lain yang berkomplot menyebabkan kondisi-kondisi alergi, diantaranya kebiasaan merokok, polusi, infeksi dan hormon. Alergen setiap orang berbeda-beda.

Ada banyak macam pemicu alergi. Pemicu alergi yang paling umum antara lain serbuk sari, tungau debu, jamur, bulu binatang, sengatan serangga, karet, serta makanan dan obat-obatan tertentu. Jika anda memiliki alergi, gejala reaksi dapat berkisar dari iritasi mata ringan dan hidung tersumbat sampai reaksi yang lebih parah yaitu menyebabkan pembengkakan dan sulit bernafas.

Jika anda memiliki asma, kontak dengan reaksi zat pemicu alergi dapat memperburuk gejala asma anda. walaupun masih ada langkah yang dapat diambil untuk mencegah dan mengobati serangan alergi ketika rekasi terjadi.

pemicu alergi
Berikut dibawah ini beberapa Pemicu Terjadinya Alergi:

  • Alergi serbuk sari: Paparan terhadap serbuk sari dapat memicu demam atau alergi musiman. Gejala meliputi bersin, pilek, hidung tersumbat dan gatal, mata berair, perawatan atau pengobatan dapat berupa obat generik dan resep obat antihistamin.
    Untuk mencegah gejala reaksi alergi serbuk sari dapat dilakukan dengan tinggal di dalam rumah pada hari-hari berangin atau ketika jumlah serbuk sari tinggi, tutup jendela dan gunakan AC.
  • Alergi Kutu Debu : Tungau debu adalah organisme mikroskopis yang hidup di debu rumah. Gejala alergi tungau debu mirip dengan alergi serbuk sari, tetapi sering terjadi sepanjang tahun, bukan hanya musiman.
    Beberapa hal yang dapat membantu mencegah alergi tungau debu yaitu dengan menempatkan pelindung tungau debu pada kasur, bantal, dan box spring; menggunakan bantal hypoallergenic; mencuci seprei secara mingguan dengan air panas dan menjaga semua area rumah, terutama kamar tidur, bebas debu dari benda-benda yang dapat mengumpulkan debu seperti boneka hewan, tirai, dan karpet. Kelembaban harus dijaga dibawah 45%.
  • Alergi Jamur: Jamur adalah parasit mikroskopis dengan spora yang melayang diudara seperti serbuk sari. Jamur dapat menjadi pemicu alegi yang umum dan dapat ditemukan ditempat yang lembab seperti kamar mandi atau ruang bawah tanah, rumput, tumpukan daun, jerami dan mulsa atau dibawah jamur. Gejala alergi jamur dapat terjadi musiman, terutama dimusim panas dan gugur, atau sepanjang tahun jika jamur adalah dirumah anda. Gejala-gejala alergi mirip dengan alergi serbuk sari dan debu tungau, yaitu bersin, hidung tersumbat, mata gatal dan berair, pilek dan batuk. Perawatan yang dilakukan termasuk menghindari dan menghilangkan faktor-faktor yang berkonstribusi terhadap pertumbuhan jamur.
    Beberapa hal yang dapat membantu mencegah alergi jamur yaitu dengan: menghindari kegiatan yang memicu gejala seperti membersihkan tanaman; menggunakan masker saat membersihkan tanaman jika anda alergi; jaga jendela dan pintu tertutup; pastikan tempat lembab di rumah, seperti ruang bawah tanah dan kamar mandi, memiliki ventilasi yang baik; cari kerusakan atau kebocoran yang terjadi dan perbaiki; jumlah tanaman dalam rumah dibuat sedikit karena tanah dari tanaman tersebut dapat menjadi temapat berkembang biak jamur.
  • Alergi Bulu Binatang : Sekresi protein oleh kelenjar minyak dikulit binatang, serta protein yang ada dalam air liur binatang dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang. Alergi terhadap hewan dapat membutuhkan waktu dua tahun lebih untuk berkembang dan gejalanya mungkin tidak mereda sampai beberapa bulan putus kontak dengan binatang pemicunya. Gejala reaksi meliputi bersin, hidung tersumbat, mata gatal dan berair.
    Beberapa hal yang dapat membantu mencegah alergi terhadap bulu binatang peliharaan yaitu dengan mengeluarkan binatang peliharaan dari rumah atau setidaknya dari kamar tidur. Jauhkan binatang peliharaan dari perabotan berlapis kain dan mencuci mingguan hewan peliharaan. Sedangkan untuk pencegahan alergi kecoa dilakukan dengan menjaga sampah dalam wadah tertutup dan selalu membuang keluar sampah secara teratur.
  • Alergi Sengatan Serangga : Setiap orang yang mendapat sengatan serangga akan mengalami rasa sakit, bengkak, dan kemerahan disekitar lokasi sengatan. Namun, orang yang alergi terhadap sengatan serangga dapat mengalami reaksi alergi yang parah, bahkan dapat mengancam jiwa. Gejala alergi sengatan serangga termasuk pembengkakan yang meluas-luas dan kemerahan akibat sengatan atau gigitan serangga yang dapat berlansung selama seminggu atau lebih, mual, kelelahan dan demam ringan. Pada beberapa kejadian langka, sengatan serangga dapat menyebabkan reaksi alergi seluruh tubuh yang disebut anafilaksis. Gejala anafilaksis mungkin termasuk kesulitan bernapas, gatal-gatal, bengkak pada tenggorokan, wajah atau mulut, mengi atau kesulitan menelan, gelisah dan cemas, nadi cepat, pusing atau tekanan darah menurun tajam.
    Minimalkan paparan serangga dengan tidak mengenakan pakaian berwarna cerah dan kosmetik beraroma serta siapkan insektisida, memakai sepatu ketika diluar ruangan dan menghindari bak sampah. Jika anda tersengat, coba secara hati-hati melepas alat sengatan serangga.
    Serangga yang dapat menyebabkan rekasi alergi yaitu macam lebah, semut api, yellow jacket, lebah dan tawon.
  • Alergi karet : Sarung tangan karet merupakan produk pemicu paling umum untuk orang dengan alergi karet. Akan tetapi alergi karet juga dapat dipicu oleh karet pada kondom dan alat kesehatan tertentu. Gejala dari alergi karet termasuk ruam kulit, mata berair dan iritasi, hidung meler, bersin, batuk, mengi, sesak napas, dan gatal pada kulit atau hidung. Reaksi alergi terhadap karet dapat berkisar dari kulit kemerahan dan gatal-gatal sampai dengan reaksi yang lebih serius disebut anafilaksis, dimana dapat menyebabkan kesulitan bernapas, gatal-gatal, dan masalah gastrointestinal mendadak.
    Untuk mencegah reaksi alergi karet, individu yang sensitif sebaiknya menghindari produk yang mengandung karet.
  • Alergi Makanan : Susu, ikan dan kerang, kacang-kacangan, gandum, dan telur adalah salah satu makanan umum yang dapat menyebabkan alergi. Reaksi alergi makanan biasanya terjadi dalam beberapa menit setelah makan makanan pemicu alergi. Gejala reaksi alergi dapat termasuk asma, gatal-gatal, muntah, diare, dan pembengkakan signifikan di daerah sekitar mulut. Pengobatan terbaik adalah menghindari sama sekali makanan yang menjadi pemicu alergi.
  • Alergi Sayur dan buah-buahan : Bisa menimbulkan reaksi alergi, yakni gatal-gatal pada mulut. Sifat alerginya akan hilang jika dimasak selama 2 menit atau diletakkan dalam freezer selama 2 minggu.
    Catatan: Alergi terhadap sayur dan buah-buahan sering dialami pada penderita yang alergi terhadap serbuk bunga. Anak yang alergi terhadap sayur dan buah-buahan ini biasanya juga alergi terhadap kacang-kacangan, apel, peach, cherry, pear, atau wortel. Jeruk sering juga menyebabkan kemerahan pada kulit bayi dan anak.
  • Alergi Obat : Beberapa orang mengembangkan alergi terhadap obat tertentu, seperti penisilin atau aspirin. Gejala bervariasi dari ringan sampai mengancam nyawa dan dapat termasuk ruam kulit atau gatal-gatal, gatal di mata, hambatan di paru, dan pembengkakan di mulut dan tenggorokan. Pengobatan terbaik terhadap alergi obat adalah untuk menghindari sama sekali obat yang menjadi pemicu alergi.

Dan itulah beberapa pemicu terjadinya alergi. Untuk itu, bagi anda yang memiliki riwayat alergi, coba kenali apa yang menjadi pemicu alergi anda.

Demikian artikel mengenai apa-apa saja yang menjadi pemicu terjadinya alergi, semoga artikel ini dapat membantu anda lebih mengetahui mengenai alergi serta mengatasinya.

 

 

| Pemicu Terjadinya Alergi

Produk Bergaransi dan Dapatkan Discount Menarik Dari Kami, Info Lengkapnya Klik Disini !!!